Nyawa Terancam Tak Jadi Jaminan, RS Masmitra Minta Uang Muka Rp1 Juta Baru Rawat Pasien, Indikasi Pelanggaran Kian Kuat Saat Pihak RS Diam
GLOBALMEDIAKENCANA | Bekasi – Sebuah rekaman video yang diunggah akun @Tommobilindo menyebar cepat di media sosial dan memicu kemarahan publik. Video itu merekam kejadian mengejutkan di RS Masmitra, kawasan Jati Makmur, Pondok Gede, Kota Bekasi, di mana pihak rumah sakit menolak memberikan penanganan medis kepada pasien yang sedang dalam kondisi darurat.
Dalam cuplikan tersebut, terdengar jelas kekecewaan dan kemarahan dari kerabat pasien yang menceritakan kronologi kejadian. Ia mengaku baru saja mengantar temannya yang hilng kesadaran dan seharusnya langsung ditangani di Unit Gawat Darurat (UGD). Namun, alih-alih mendapat pertolongan, permintaan penanganan dan rawat inap justru ditolak mentah-mentah oleh pihak administrasi dengan satu syarat mutlak: harus membayar uang muka sebesar Rp1.000.000 tunai saat itu juga.
“Saya lagi di Rumah Sakit Masmitra Jati Makmur Pondok Gede. Tadi saya mengantarkan teman saya yang pingsan masuk ke UGD, tapi kata adminnya harus membayar uang satu juta baru bisa dirawat. Jika tidak bayar satu juta, tidak bisa dirawat meskipun di UGD dan meskipun nyawanya terancam,” ujar suara kerabat pasien, menyoroti betapa konyol dan berbahayanya persyaratan tersebut.
Keluarga pasien menilai tindakan ini sangat kejam dan jelas mengabaikan hak dasar warga atas pelayanan kesehatan. Memaksakan pembayaran di muka di saat kondisi pasien kritis dan nyawanya terancam dinilai tidak masuk akal, serta membuktikan dugaan kuat bahwa rumah sakit tersebut lebih mendahulukan keuntungan materi dibandingkan keselamatan nyawa manusia. Tindakan ini pun memunculkan indikasi pelanggaran berat terhadap standar pelayanan minimal rumah sakit, ketentuan kegawatdaruratan medis, serta norma kemanusiaan yang seharusnya dipegang teguh oleh fasilitas kesehatan. Terlebih, terdapat praduga kebijakan administrasi yang dibuat berbelit-belit dan sengaja dipersulit, hingga berpotensi mencederai prinsip keadilan dan hak hidup setiap warga negara.
Karena penjelasan petugas dianggap kaku, tidak manusiawi, dan mempersulit keadaan, kejadian ini pun langsung direkam dan disebarkan ke publik. Video ini langsung memicu gelombang kecaman keras dari warga net.
Masyarakat mempertanyakan integritas fasilitas kesehatan tersebut, mengingat prinsip utama pelayanan medis dan UGD adalah pertolongan pertama tanpa syarat, bukan mengutamakan urusan administrasi atau pembayaran. Publik menilai RS Masmitra telah melanggar standar etika dan aturan pelayanan kesehatan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi dari manajemen RS Masmitra. Bahkan, saat tim redaksi globalmediakencana.com berupaya melakukan konfirmasi secara langsung untuk meminta penjelasan terkait kebenaran insiden dan kebijakan tersebut, pihak rumah sakit sama sekali tidak memberikan jawaban maupun tanggapan apa pun atas pertanyaan yang disampaikan. Sikap berediam ini semakin memperkuat keraguan publik dan dugaan adanya ketidakberesan yang coba ditutup-tutupi. Masyarakat pun menuntut penjelasan transparan dan tindakan tegas agar pelanggaran serupa tidak terulang kembali di fasilitas kesehatan manapun. (Red)
Share this content:



Post Comment