RS Karunia Kasih Gandeng Komunitas Edukasi Lansia Soal Katarak dan Kesehatan Mulut

RS Karunia Kasih Gandeng Komunitas Edukasi Lansia Soal Katarak dan Kesehatan Mulut

GLOBALMEDIAKENCANA | JAKARTA — Rumah Sakit Karunia Kasih berkolaborasi dengan Indonesia Rumah Lansia KRL Jawa Barat, Sekolah Lansia KUN, dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bekasi menggelar seminar kesehatan khusus lansia. Kegiatan edukatif ini berlangsung di Ruang Benedictus, Gereja Kalvari, Jakarta Timur, pada Sabtu (20/6/2026).

Seminar ini menyasar siswa lansia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pencegahan penyakit degeneratif yang kerap menyerang kelompok usia lanjut.

Manajer Penunjang Pelayanan Medis RS Karunia Kasih, dr. Eva Handayani, MARS, hadir sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, dr. Eva mengangkat tema “Waspada Katarak, Penyebab Utama Kebutaan Dunia” yang merujuk pada data World Health Organization (WHO).

“Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang menghalangi cahaya masuk ke retina. Akibatnya penglihatan menjadi buram, berawan, dan warna terlihat pudar,” jelas dr. Eva di hadapan para peserta.

*Faktor Risiko dan Gejala Katarak*

Dalam sesi tersebut, dr. Eva merinci lima penyebab utama katarak yang perlu diwaspadai:

Penuaan: Proses alami yang paling sering terjadi.

Trauma: Benturan keras pada area mata.

Sinar UV: Paparan matahari berlebih tanpa pelindung.

Diabetes: Kadar gula darah yang tidak terkontrol.

Kongenital: Faktor genetik atau infeksi saat ibu hamil.

Ia juga menekankan empat gejala klinis yang wajib segera diperiksakan ke dokter mata:

1. Penglihatan berkabut seperti melihat lewat kaca buram.

2. Silau berlebihan saat terkena lampu atau matahari, terutama malam hari.

3. Warna benda tampak kusam atau kekuningan.

4. Sering mengganti ukuran kacamata, namun penglihatan tetap buram.

“Penanganan definitif katarak adalah operasi bedah. Dokter mengangkat lensa mata yang keruh lalu menggantinya dengan lensa buatan (intraocular lens). Operasi ini cepat, tingkat keberhasilannya tinggi, dan bisa mengembalikan penglihatan,” ujar dr. Eva.

Sebagai langkah preventif, lansia disarankan menggunakan kacamata hitam berstandar UV400 saat beraktivitas di luar ruangan, mengontrol gula darah, menghindari rokok dan alkohol, serta rutin memeriksakan mata setiap 1-2 tahun sekali, khususnya bagi yang berusia di atas 40 tahun.

*Kebersihan Mulut Berdampak pada Jantung dan Paru*

Selain kesehatan mata, dr. Eva menyoroti pentingnya menjaga kebersihan rongga mulut. Bakteri dari gusi berdarah dan gigi berlubang diketahui dapat masuk ke aliran darah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko infeksi pada organ vital seperti jantung dan paru-paru. Untuk mencegahnya, masyarakat dianjurkan menyikat gigi dua kali sehari (pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur), menggunakan benang gigi, membersihkan lidah dengan scraper, mengurangi makanan manis, rutin melakukan scaling ke dokter gigi setiap 6 bulan, serta menjauhi rokok dan alkohol.

*Empat Pilar Hidup Sehat Lansia*

Menutup sesi edukasi, dr. Eva merangkum empat pilar utama untuk menjaga kesehatan tubuh lansia:

.Nutrisi: Pola makan bergizi seimbang yang kaya kalsium, fosfor, dan vitamin C.

.Aktivitas: Olahraga teratur seperti jalan kaki selama 30 menit setiap hari.

.Hidrasi: Mencukupi kebutuhan cairan minimal delapan gelas air putih per hari.

.Istirahat: Tidur berkualitas selama 7-8 jam setiap malam untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah gusi bengkak.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Leni, salah satu siswa Sekolah Lansia KUN, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti seminar yang diinisiasi oleh RS Karunia Kasih Pondok Gede ini.

“Saya senang banget bisa ikut seminar ini karena ilmunya sangat penting terkait kesehatan. Terima kasih banyak kepada RS Karunia Kasih sudah mengadakan kegiatan ini, banyak ilmu pengetahuan yang kami dapatkan. Semoga kedepannya kegiatan seperti ini kembali digelar,” ungkap Leni. (Tom)

Share this content:

Post Comment

Nasional