BPS RI Ingatkan Potensi Inflasi Naik Jelang Ramadan

BPS RI Ingatkan Potensi Inflasi Naik Jelang Ramadan

Lampung Selatan (Globalmediakencana)– Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia mengingatkan bahwa awal Ramadan secara historis selalu diikuti kenaikan inflasi yang lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini terutama dipicu oleh meningkatnya harga pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.

Peringatan tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI, Pudji Ismartini, saat memaparkan tinjauan inflasi dan Indeks Perkembangan Harga (IPH) dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual, Senin (19/1/2026).

Rakor ini diikuti oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) secara daring dari Ruang Kepala Bagian Perekonomian, Kantor Bupati Lampung Selatan.

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi tekanan inflasi menjelang Ramadan. Ia meminta pemerintah daerah proaktif berkoordinasi dengan pelaku usaha dan daerah penghasil untuk menjaga stabilitas harga.

“Tolong turun, kumpulkan kawan-kawan pedagang dan komunikasikan dengan daerah penghasil, supaya saat Ramadan harga tidak melonjak terlalu tinggi,” tegas Tomsi.

Dalam paparannya, Pudji Ismartini menjelaskan bahwa pola inflasi selama lima tahun terakhir menunjukkan kecenderungan yang konsisten, meski waktu awal Ramadan setiap tahunnya berbeda. Perbedaan waktu tersebut berpengaruh pada akumulasi inflasi bulanan.

“Pada 2023 Ramadan dimulai 23 Maret, sementara pada 2025 dimulai 1 Maret. Jika Ramadan dimulai sejak awal bulan, inflasi cenderung terakumulasi penuh dalam satu bulan. Namun jika dimulai di pertengahan atau akhir bulan, inflasi biasanya terbagi ke beberapa bulan,” jelasnya.

Pudji menambahkan, inflasi pada Ramadan 2025 tercatat cukup tinggi, yakni sebesar 1,65 persen, seiring dimulainya Ramadan pada awal Maret. Angka tersebut menjadi inflasi tertinggi selama periode Ramadan dalam lima tahun terakhir.

“Sejak Maret sudah terjadi inflasi, namun puncaknya justru terjadi pada bulan berikutnya karena jumlah hari Ramadan lebih banyak berada di bulan tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pudji menyampaikan bahwa selama periode awal Ramadan 2021 hingga 2025, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau secara konsisten menjadi penyumbang inflasi terbesar.

Melalui Rakor Pengendalian Inflasi tersebut, TPID Lampung Selatan diharapkan dapat memperkuat langkah-langkah antisipatif, khususnya dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok menjelang dan selama bulan Ramadan.(*/Yolan)

Share this content:

Post Comment

Nasional