Longsor Banjir Bandang Hantam Cisarua Bandung Barat: 7 Jiwa Tewas, Ratusan Warga Masih Dalam Pencarian
Bandung Barat (Globalmediakencana)– Bencana alam melanda Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, ketika longsor disertai banjir bandang menerjang kawasan pemukiman pada Sabtu dini hari. Tim gabungan kini tengah giat melakukan pencarian korban, dengan catatan sementara sebanyak tujuh orang telah meninggal dunia dan ratusan warga lainnya masih dalam proses pencarian.
Kapolsek Cisarua A. Y. Yogaswara menjelaskan bahwa peristiwa mematikan ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, dimulai dengan tanda yang tak terlupakan bagi warga sekitar. Sebelum material tanah dan lumpur meluncur deras dari Kampung Pasirkuning hingga Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, suara gemuruh keras telah terdengar menyertai datangnya bencana.
“Saat kejadian, warga mendengar suara gemuruh cukup kuat yang kemudian diikuti oleh aliran material longsor yang bergerak dari arah Kampung Pasirkuning menuju Kampung Pasir Kuda, sekaligus disertai banjir bandang yang menghanyutkan segalanya,” ungkapnya.
Dampak yang ditimbulkan sangat parah, puluhan rumah warga tertimbun material longsor dan lumpur tebal, mengakibatkan kerusakan berat yang melanda kawasan permukiman di lokasi terdampak.
Menurut data sementara dari kepolisian hingga pukul 12.00 WIB Sabtu (24/1), sebanyak tujuh orang telah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara itu, diperkirakan ratusan warga lainnya masih belum terdeteksi dan menjadi prioritas utama bagi tim penyelamat yang bekerja di lapangan.
Proses evakuasi dan pencarian korban menjadi perwujudan gotong royong antar lembaga dan masyarakat. Personel kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan dari berbagai komunitas, serta warga lokal turut andil aktif membantu penanganan darurat ini.
Namun, tantangan tak terhindarkan menghadang upaya penyelamatan. Kondisi medan yang sulit dilalui, ketebalan material longsor yang menghambat akses, serta potensi hujan yang masih mengancam wilayah tersebut menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan tugas.
“Kami berkomitmen untuk melakukan pencarian dengan maksimal, namun keselamatan para petugas yang berjuang di lapangan tetap menjadi hal yang paling kami utamakan,” tegas Yogaswara.
Sebagai langkah pencegahan, Kapolsek juga mengimbau seluruh warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian untuk tetap waspada dan menjauhi area yang berpotensi mengalami longsoran. Kondisi tanah yang masih labil menjadikan kawasan tersebut berisiko tinggi terhadap terjadinya bencana susulan.(*/Ola)
Share this content:



Post Comment