Bekali Penolong Pertama, RS Karunia Kasih dan Grab Pondok Gede Gelar Pelatihan BHD

Bekali Penolong Pertama, RS Karunia Kasih dan Grab Pondok Gede Gelar Pelatihan BHD

GLOBALMEDIAKENCANA | BEKASI – Rumah Sakit Karunia Kasih berkolaborasi dengan Komunitas Koordinator Wilayah (Korwil) Grab Pondok Gede menggelar kegiatan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini khusus membekali para pengemudi ojek online agar mampu bertindak cepat sebagai penolong pertama saat menemukan orang dalam kondisi gawat darurat sebelum tim medis tiba.

Narasumber dr. Dhea Charientania Eryanti menjelaskan, BHD adalah langkah pertolongan krusial untuk menjaga fungsi tubuh, mencegah kerusakan otak, dan mempertahankan nyawa korban yang mengalami henti napas maupun henti jantung.

Dalam penyampaiannya, ia menekankan aturan paling utama: keselamatan harus didahulukan bagi penolong, korban, dan orang di sekitar. “Pastikan lingkungan aman dulu sebelum bertindak, jangan sampai Anda justru menjadi korban kedua,” ujarnya. Prinsip ini mencakup pengecekan bahaya seperti arus listrik atau lalu lintas, memastikan kondisi korban, segera menghubungi layanan darurat 112/119, dan menggunakan pelindung diri seperti sarung tangan.

Peserta juga diajarkan mengenali enam tanda kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera: henti napas, henti jantung, tersedak parah, pendarahan hebat, gejala stroke atau nyeri dada berat, serta tanda syok. “Intinya: jika orang tidak sadar dan tidak bernapas normal, itu darurat dan harus ditangani secepatnya,” tegas dr. Dhea.

Untuk memudahkan penerapan, diperkenalkan metode DRSABCD: amankan bahaya, cek respon korban, panggil bantuan, buka jalan napas, periksa pernapasan, lakukan kompresi dada atau RJP dengan perbandingan 30 tekanan : 2 hembusan napas, dan gunakan alat defibrilator jika tersedia. “Lakukan RJP dalam waktu kurang dari 10 detik setelah dipastikan henti napas, kualitas kompresi jauh lebih penting daripada sekadar jumlah,” tambahnya.

Sebagai penutup, disampaikan tiga pesan inti: bertindak cepat namun tetap tenang, setiap menit keterlambatan menurunkan peluang selamat sebesar 10%, serta berani bertindak karena pertolongan orang awam bisa meningkatkan angka keselamatan hingga tiga kali lipat. Diharapkan kegiatan ini melahirkan lebih banyak penolong pertama di masyarakat guna menekan angka kematian akibat kondisi darurat. (Yol).

Share this content:

Post Comment