Transparansi Penuh: Thomas Amirico Pastikan SPMB Pakai Tes dan Bebas Biaya
GLOBALMEDIAKENCANA | Bandar Lampung– Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP.M.H, mengumumkan perubahan signifikan dalam sistem penerimaan peserta didik baru tahun ini, dengan penekanan utama pada transparansi dan keadilan. Seluruh proses pelaksanaan akan diawasi langsung oleh masyarakat untuk mencegah terjadinya kecurangan.
Saat di wawancara tim Globalmediakencana.com di ruang kerjanya pada Selasa (19/05/2026), Thomas Amirico menyampaikan bahwa tahun ini terdapat empat jalur penerimaan yang dibuka, yaitu jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi khusus. Dua jalur utama, yakni prestasi dan domisili, akan menerapkan sistem tes sebagai dasar penilaian.
“Perubahan ini berbeda dengan tahun kemarin karena kita lebih transparan dan berkeadilan. Untuk jalur prestasi dan domisili, sekarang semua pakai tes. Kita tidak lagi mengandalkan jarak, melainkan berbasis nilai akademik dan menggunakan CRT (Computerized Adaptive Testing) sehingga anak-anak dapat berkompetisi secara adil. Harapannya, hal ini akan mendorong siswa SMP untuk lebih giat belajar,” ucap Thomas Amirico.
Ke depan, sistem akan lebih diperkuat dengan penghapusan jalur domisili. Pihak Dinas akan mengirim surat resmi untuk menyampaikan bahwa nantinya hanya akan ada tiga jalur penerimaan, yaitu prestasi, mutasi, dan afirmasi. Jalur prestasi diperkirakan akan menjadi bagian utama dengan proporsi hingga 65 persen, sehingga memberikan akses yang sama bagi semua calon siswa untuk berkompetisi.
“Kami mengharapkan siswa mulai dari kelas satu SMP sudah memperhatikan nilai akademiknya, rapot harus baik, serta memiliki prestasi non-akademik yang juga memadai, seperti dalam bidang olahraga atau kemampuan lainnya. Sehingga aspek akademik dan non-akademik dapat terpenuhi secara seimbang,” Jelasnya.
Untuk jalur domisili tahun ini, meskipun tetap dibuka, hanya berfungsi sebagai syarat pendaftaran dan bukan penentu kelulusan. Kelulusan akan ditentukan dari gabungan nilai SKD (Seleksi Kemampuan Dasar) dan nilai tes, dengan kerahasiaan yang dijamin ketat karena hanya satu orang yang mengetahui detail proses penilaian.
Thomas Amirico juga menegaskan bahwa biaya pendidikan tetap 100 persen gratis, tanpa adanya biaya tambahan apapun. Selain itu, akan diberlakukan sanksi tegas bagi sekolah yang ditemukan melakukan kecurangan, seperti memaksakan nilai atau meloloskan calon siswa yang tidak memenuhi syarat. Sanksi yang akan diberikan termasuk pemecatan kepala sekolah dan pembatalan pendaftaran calon siswa yang terlibat.
“Kita memiliki panduan langkah-langkah untuk memastikan pelaksanaan yang baik dan sesuai aturan. Bagi para calon siswa yang akan mengikuti seleksi, masih ada waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri dengan belajar mata pelajaran inti,” Jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung tersebut.
Diakhir wawancara Thomas Amirico juga menambahkan, komitmen kuat Gubernur Lampung menjadi dorongan semangat bagi seluruh elemen pendidikan untuk terus bekerja keras, mewujudkan layanan terbaik, serta mencetak generasi muda Lampung yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.
“Berkat arahan dan dukungan penuh bapak Gubernur, kami semakin optimis mewujudkan pendidikan Lampung yang semakin maju, merata, dan berkualitas bagi semua anak di bumi Ruwa Jurai,” tutupnya. (Red)
Share this content:



Post Comment