Abu Vulkanik Anak Krakatau Terjang Tiga Kecamatan, Kapolres Tanggamus Siagakan Posko dan Bagikan Masker
GLOBALMEDIAKENCANA |TANGGAMUS — Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau berdampak pada sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Tanggamus, Lampung, Sabtu (5/9/2026).
Menyikapi kondisi tersebut, Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., menginstruksikan jajaran Polres Tanggamus dan Polsek untuk meningkatkan pemantauan serta melakukan langkah mitigasi guna melindungi masyarakat dari dampak paparan abu vulkanik.
Polres Tanggamus bersama jajaran Polsek, unsur pemerintah kecamatan, dan tenaga kesehatan bergerak melakukan penanganan di sejumlah wilayah yang terdampak. Upaya tersebut dilakukan sekaligus untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif.
Fenomena hujan abu vulkanik mulai dirasakan masyarakat sekitar pukul 08.30 WIB. Berdasarkan pemantauan hingga pukul 17.00 WIB, tidak terdapat laporan korban jiwa, korban luka maupun kerugian material. Masyarakat juga belum mengungsi dan masih berada di kediaman masing-masing.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Pematang Sawa, Cukuh Balak, dan Semaka. Di Kecamatan Pematang Sawa, hujan abu dilaporkan berdampak pada 13 pekon.
Ke-13 pekon tersebut yakni Tampang Tua, Tampang Muda, Martanda, Tirom, Way Asahan, Karang Brak, Teluk Brak, Kaur Gading, Way Nipah, Guring, Betung, Kampung Baru, dan Tanjungan.
Sementara di Kecamatan Cukuh Balak, paparan abu vulkanik terjadi di delapan pekon, termasuk wilayah Pulau Tabuhan. Wilayah tersebut meliputi Sawang Balak, Sukabanjar, Karang Buah, Kuta Kakhang, Putih Doh, Tengor, Way Rilau, dan Doh.
Adapun di Kecamatan Semaka, paparan abu vulkanik dilaporkan terjadi di seluruh 12 pekon yang berada dalam wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukaraja.
Sebagai langkah cepat, Polsek Pematang Sawa bersama unsur Uspika dan tenaga kesehatan melakukan pembagian masker kepada masyarakat terdampak. Posko siaga bencana berbasis Rumah Bidan Desa (Bides) juga disiapkan di sejumlah pekon untuk mempermudah pelayanan kesehatan dan penanganan apabila kondisi memburuk.
Selain pembagian masker, tenaga kesehatan menyiapkan obat-obatan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan iritasi mata akibat paparan abu vulkanik.
Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., juga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan abu vulkanik.
Langkah serupa dilakukan di wilayah Cukuh Balak dan Semaka. Puskesmas setempat bersama unsur terkait membagikan masker, menyiagakan tenaga kesehatan dan Bidan Desa, serta mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah.
Pihak kepolisian dan tenaga kesehatan juga berkoordinasi dengan sekolah di wilayah terdampak untuk memulangkan siswa lebih awal sebagai langkah antisipasi paparan abu vulkanik terhadap anak-anak.
Selain aspek kesehatan, jajaran Polres Tanggamus meningkatkan pemantauan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah terdampak. Patroli dilakukan untuk memastikan kondisi tetap aman sekaligus memberikan edukasi kepada warga mengenai langkah yang perlu dilakukan saat terjadi hujan abu vulkanik.
Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Jajaran kepolisian turut mengantisipasi penyebaran informasi tidak benar atau hoaks yang berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, jajaran kepolisian juga meningkatkan patroli di kawasan pesisir. Nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar pantai diimbau memperhatikan perkembangan situasi serta mengikuti arahan petugas dan instansi berwenang.
Sementara itu, kondisi lalu lintas di wilayah terdampak juga menjadi perhatian. Sebaran abu vulkanik berpotensi mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan menjadi licin. Pengendara diimbau mengurangi kecepatan, menyalakan lampu utama, serta menggunakan perlengkapan keselamatan saat berkendara.
Kapolres Tanggamus bersama seluruh jajaran terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap masyarakat. Langkah antisipasi akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan serta hasil koordinasi dengan instansi terkait.
AKBP Rahmad Sujatmiko mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik diminta segera mendapatkan pemeriksaan di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
“Yang terpenting masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan petugas, dan mendapatkan informasi dari sumber resmi,” imbau Kapolres Tanggamus.
Polres Tanggamus memastikan pemantauan dan koordinasi akan terus dilakukan untuk menjaga keamanan serta membantu masyarakat menghadapi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.
(YL).
Share this content:



Post Comment