Tasyakuran Hari Bakti, Lapas Kotaagung Hadir dalam Kegiatan Virtual Nasional
GLOBALMEDIAKENCANA | Kotaagung–Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan yang ke-62, seluruh pegawai Lapas Kelas IIB Kotaagung turut serta dalam kegiatan tasyakuran yang diselenggarakan secara daring pada hari Senin (27/04/2026).
Kegiatan yang diadakan serentak di seluruh wilayah Indonesia ini diikuti dari ruang aula lembaga, di mana seluruh peserta menyimak jalannya acara dengan penuh ketenangan dan penghayatan melalui sambungan aplikasi Zoom bersama dengan satuan kerja pemasyarakatan dari berbagai daerah.
Berpusat di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan, acara ini dihadiri oleh seluruh elemen yang berkecimpung di lingkungan pemasyarakatan dari Sabang sampai Merauke. Lebih dari sekadar perayaan, momen ini dijadikan waktu untuk merenungkan kembali perjalanan yang telah ditempuh selama puluhan tahun dalam melaksanakan tugas utama, yaitu membina warga binaan dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
Kehangatan dan rasa kebersamaan yang terjalin sepanjang acara menjadi bukti nyata bahwa seluruh insan pemasyarakatan bersatu dalam satu tekad untuk mewujudkan sistem kerja yang andal, berkemampuan, serta senantiasa memegang teguh prinsip kejujuran dan tanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan arahan penting yang menjadi pedoman bagi seluruh jajaran. Beliau menegaskan bahwa menjaga nama baik dan integritas diri, terus menyempurnakan mutu pelayanan, serta memaksimalkan peran strategis lembaga dalam mendukung kemajuan negara merupakan hal-hal yang tidak boleh dilupakan.
Untuk menghadapi berbagai perubahan dan tantangan yang terus berkembang, seluruh pegawai diharapkan mampu menciptakan cara-cara kerja baru yang lebih baik, namun tetap berlandaskan pada semangat pengabdian yang tulus dan ikhlas.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur yang mendalam atas segala kemajuan, hasil kerja, dan kemudahan yang telah diperoleh sepanjang perjalanan pemasyarakatan hingga hari ini. Simbol ini juga mengandung makna harapan, agar ke depan lembaga pemasyarakatan dapat terus berkembang, bekerja dengan pendekatan yang lebih manusiawi, serta memberikan manfaat yang nyata dan berarti bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai penutup, seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa agar pengabdian yang dijalankan ke depan senantiasa diberikan kemudahan dan hasil yang lebih baik lagi. (Red)
Share this content:



Post Comment