Fisik Prima Syarat Mutlak! Dr. Maulidi Hilal: Petugas Kanwil Harus Tangguh Saat Awasi UPT
GLOBALMEDIAKENCANA | Bandar Lampung– Pelaksana Harian Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lampung, Dr. Maulidi Hilal, menggarisbawahi bahwa pembentukan karakter yang kokoh bagi seluruh petugas adalah kunci utama untuk mengangkat mutu pelayanan dan kualitas pembinaan di lingkungan pemasyarakatan. Pernyataan ini disampaikan secara tegas saat memberikan arahan kepada seluruh pegawai pada Kamis (21/5/2026).
Pesan ini merupakan tindak lanjut nyata serta penerapan langsung dari program yang telah digagas dalam perayaan syukuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Maulidi Hilal menegaskan bahwa membangun karakter tidak bisa dilakukan secara mendadak, melainkan harus dibangun secara bertahap dan berkelanjutan melalui empat fondasi utama: kematangan spiritual, kestabilan emosional, kecerdasan intelektual, dan ketangguhan fisik.
“Langkah ini adalah wujud nyata pelaksanaan program yang telah kita sepakati saat syukuran HBP ke-62. Untuk membangun karakter petugas pemasyarakatan yang kuat, kita harus menempuh jalur pembinaan yang jelas dan terukur,” ujar Dr. Hilal.
Ia merinci, pondasi pertama yang harus dibangun adalah kedewasaan spiritual. Hal ini dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan landasan agama yang kuat, diharapkan tumbuh kesadaran diri untuk berdisiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi tanpa perlu selalu diawasi oleh pihak lain.
Selanjutnya, kecerdasan emosional menjadi aspek penunjang yang sangat vital. Menurutnya, kestabilan emosi akan melahirkan sikap disiplin, kepedulian, rasa empati, semangat gotong royong, serta keinginan kuat untuk berkontribusi terbaik bagi kemajuan organisasi.
Selain aspek batin, pengembangan kualitas intelektual juga mendapat perhatian besar. Pimpinan membuka peluang seluas-luasnya bagi seluruh pegawai untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan, baik melalui pelatihan, seminar, maupun menempuh pendidikan formal yang lebih tinggi.
Tak kalah pentingnya, ketangguhan fisik menjadi syarat mutlak. Mengingat tugas pemasyarakatan mencakup pembinaan, pengamanan, dan pengayoman warga binaan selama 24 jam penuh, maka kondisi tubuh yang prima menjadi kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar.
Sebagai bentuk penerapan langsung dari keempat pilar tersebut, Kantor Wilayah Ditjenpas Lampung menggelar kegiatan olahraga bersama di Stadion Pahoman, Bandar Lampung. Kegiatan ini bertujuan menjaga dan meningkatkan kebugaran jasmani seluruh elemen pegawai.
Dr. Hilal menegaskan, latihan fisik ini bukan sekadar rutinitas seremonial belaka, melainkan bagian integral dari pembentukan mental dan kesiapan kerja. Hal ini berlaku bagi seluruh petugas, baik yang bertugas di kantor pusat maupun di Unit Pelaksana Teknis seperti Lapas, Rutan, Bapas, dan LPKA.
“Kita adalah unit pendukung bagi seluruh UPT di daerah. Oleh karena itu, petugas di tingkat kanwil pun harus memiliki fisik yang prima. Saat turun melakukan pengawasan atau pembinaan ke lapangan, kita harus siap bekerja secara maksimal dan tidak boleh kalah tangguh,” tegasnya.
Di akhir arahannya, ia kembali mengingatkan seluruh pegawai untuk menjaga kedisiplinan dan dedikasi tinggi, termasuk hal sederhana seperti kehadiran tepat waktu dalam setiap kegiatan, terutama latihan fisik yang telah dijadwalkan.
Kegiatan olahraga ini menjadi bukti nyata komitmen Kanwil Ditjenpas Lampung dalam mencetak sumber daya manusia yang profesional, disiplin, berintegritas, serta sehat lahir dan batin. Hal ini dilakukan demi mendukung kinerja pemasyarakatan yang semakin andal dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat luas.
Share this content:



Post Comment