Proyek Jembatan Gantung Way Besai Rp5,7 Miliar Disorot, Beton Abutment Diduga Kopong dan Retak

Proyek Jembatan Gantung Way Besai Rp5,7 Miliar Disorot, Beton Abutment Diduga Kopong dan Retak

GLOBALMEDIAKENCANA | WAY KANAN – Pembangunan Jembatan Gantung Way Besai di Kampung Kemu, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, menjadi sorotan. Proyek yang menggunakan anggaran APBN sebesar Rp5.759.746.000 itu diduga mengalami persoalan pada kualitas pekerjaan setelah ditemukan beton pada bagian abutment yang tampak retak dan diduga kopong.

Berdasarkan pantauan tim awak media di lokasi pada Senin (12/10/2026), bagian beton di sisi kiri dan kanan jembatan menunjukkan sejumlah keretakan. Saat diketuk, beberapa bagian beton juga terdengar kopong. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mutu material dan pelaksanaan pekerjaan proyek.

Proyek yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Lampung, ini dikerjakan oleh CV DOKOBA CORP. Sementara itu, konsultan pengawasnya adalah PT Indec Inter Nusa JO Adhi Duta Prima.

Berdasarkan data proyek, pekerjaan tersebut tercatat dalam kontrak Nomor HK0201/PPK2.3-LPG/04/2025, dengan waktu pelaksanaan 240 hari dan masa pemeliharaan selama 365 hari.

Kualitas Beton Perlu Diuji

Kondisi beton yang terlihat retak dan diduga kopong perlu mendapat perhatian serius. Terlebih, abutment merupakan bagian struktur yang berfungsi menopang ujung jembatan dan menyalurkan beban ke fondasi.

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menduga terdapat persoalan dalam proses pengecoran maupun mutu beton yang digunakan.

“Diduga kuat mutu beton tidak sesuai K-250/K-300, pengecoran tidak pakai vibrator sehingga keropos dan kopong. Padahal ini jembatan gantung, kekuatan abutment adalah nyawa jembatan,” ujarnya.

Meski demikian, dugaan mengenai mutu beton dan metode pengecoran tersebut masih memerlukan pembuktian teknis melalui pemeriksaan maupun pengujian oleh pihak yang berwenang. Kondisi beton yang tampak retak atau terdengar kopong tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran spesifikasi.

Kontraktor dan Pihak Balai Perlu Memberikan Penjelasan

Temuan di lapangan tersebut mendorong perlunya klarifikasi dari kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 yang menangani proyek.

Hingga berita ini diterbitkan, tim awak media belum memperoleh konfirmasi resmi dari CV DOKOBA CORP maupun pihak terkait di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Lampung mengenai kondisi beton yang menjadi sorotan tersebut.

Masyarakat berharap instansi terkait melakukan pemeriksaan langsung terhadap kualitas pekerjaan, termasuk pengujian mutu beton dan evaluasi kesesuaian pelaksanaan dengan spesifikasi teknis serta kontrak yang telah ditetapkan.

Apabila ditemukan ketidaksesuaian, pihak berwenang diharapkan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, dugaan penyimpangan maupun potensi kerugian negara belum dapat disimpulkan tanpa hasil pemeriksaan dan bukti yang memadai.

Tim Global Media Kencana akan berupaya meminta klarifikasi kepada BBPJN Lampung, kontraktor pelaksana, dan konsultan pengawas untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi pekerjaan Jembatan Gantung Way Besai tersebut.

Pemberitaan lanjutan akan memuat tanggapan para pihak serta perkembangan hasil klarifikasi agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap berimbang dan berdasarkan fakta.

(Salman)

Share this content:

Post Comment

Nasional