Usai Kericuhan Parade Unila, Mahasiswa FP Mengaku Dikeroyok di Luar GSG

Usai Kericuhan Parade Unila, Mahasiswa FP Mengaku Dikeroyok di Luar GSG

GLOBALMEDIAKENCANA | BANDAR LAMPUNG – Kericuhan yang mewarnai Parade Universitas Lampung (Unila) 2026 berbuntut laporan polisi. Seorang mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) Unila, Zuhri Azis Ibrahim, mengaku menjadi korban dugaan pengeroyokan setelah keluar dari Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Sabtu (3/10/2026).

Zuhri, mahasiswa Jurusan Kehutanan angkatan 2024, mengaku mengalami pemukulan oleh sejumlah orang setelah sebelumnya diminta panitia meninggalkan GSG.

Menurut pengakuannya, keributan di dalam gedung bermula dari persoalan tempat duduk. Situasi kemudian memanas setelah penggunaan smoke bomb yang disebut tidak diperbolehkan dalam tata tertib kegiatan.

Panitia akhirnya meminta Zuhri dan mahasiswa lain yang terlibat perselisihan untuk keluar dari gedung. Namun, persoalan disebut belum berakhir.

“Saya keluar karena diminta panitia. Saya kira masalahnya sudah selesai. Tapi setelah berada di luar, saya justru didatangi dan dipukuli oleh beberapa orang,” ujar Zuhri saat memberikan keterangan, Senin (5/10/2026).

Akibat kejadian itu, Zuhri mengaku mengalami luka pada bagian kepala, badan hingga kaki.

“Saya mengalami luka di bagian kepala, badan dan kaki. Saya tidak menyangka persoalannya sampai seperti ini,” katanya.

Sudah Lapor Polisi

Zuhri memilih membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Ia mengaku telah melaporkan dugaan pengeroyokan itu ke Polsek Labuhan Ratu dan Polresta Bandar Lampung.

Ia berharap aparat kepolisian dapat mengungkap rangkaian kejadian tersebut, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.

“Saya sudah melaporkan kejadian ini kepada polisi. Saya berharap kejadian yang saya alami benar-benar diusut dan siapa saja yang terlibat bisa diketahui,” ujarnya.

Zuhri menegaskan, laporan tersebut dibuat agar dugaan kekerasan yang dialaminya tidak berhenti sebagai bagian dari kericuhan Parade Unila.

“Saya ingin perkara ini jelas. Kalau memang ada yang melakukan pemukulan terhadap saya, saya berharap bisa diproses sesuai hukum,” tegasnya.

Keluarga Minta Polisi Tidak Mengabaikan Dugaan Pengeroyokan

Keluarga Zuhri turut meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan pengeroyokan tersebut secara serius.

Mereka berharap persoalan yang dialami Zuhri diproses secara terpisah dari kericuhan antarfakultas yang terjadi di dalam GSG. Bagi keluarga, dugaan kekerasan terhadap korban merupakan persoalan hukum yang perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan.

Kericuhan Dipicu Persoalan Tempat Duduk

Di sisi lain, Yanuar Prayoga, mahasiswa Kelautan angkatan 2023 sekaligus koordinator lapangan FP, membenarkan adanya persoalan di area tempat duduk.

“Permasalahan awal ini dimulai dari garis tempat duduk yang selanjutnya pemicu utamanya adalah penggunaan smoke bomb, padahal dalam tata tertib tidak diperbolehkan,” kata Yanuar.

Ia menyayangkan kericuhan yang terjadi karena Parade Unila semestinya menjadi ajang memperkuat solidaritas antarmahasiswa.

“Sangat disayangkan pula terjadi kerusuhan dalam parade ini, padahal seharusnya parade ini mempererat solidaritas semua fakultas,” ujarnya.

Menurut Yanuar, persoalan kericuhan maupun keberadaan korban akan dibahas melalui mediasi.

“Terkait kericuhan dan korban ini akan ditindaklanjuti dalam mediasi malam ini,” tuturnya.

BEM Unila Soroti Kesepakatan Tata Tertib

Menteri Kesenian dan Olahraga BEM Unila, Rakan Guntur, turut menyayangkan terjadinya kericuhan.

Rakan mengatakan sebelumnya telah ada kesepakatan yang ditandatangani Gubernur FISIP dan Gubernur FP untuk mematuhi tata tertib selama kegiatan berlangsung.

“Jelas saya miris. Karena Gubernur FISIP dan Gubernur FP pun sudah menandatangani kesepakatan di atas materai untuk tidak melanggar tata tertib. Tapi, pas hari H, massa yang mereka bawa malah melanggar tata tertib yang sudah dibuat,” ungkapnya.

Kini, laporan Zuhri menjadi persoalan lanjutan yang harus mendapat perhatian di tengah evaluasi kericuhan Parade Unila 2026.

Zuhri berharap proses hukum dapat mengungkap apa yang sebenarnya terjadi setelah dirinya keluar dari GSG.

“Saya hanya ingin kejadian ini diusut secara terang. Saya ingin tahu siapa yang melakukan dan saya ingin mendapatkan keadilan,” pungkasnya.

(Yol)

Share this content:

Post Comment

Nasional