Wayang Kulit Semalam Suntuk Tutup Rangkaian HUT ke-34 Desa Bogorejo dan Grebeg Suro

Wayang Kulit Semalam Suntuk Tutup Rangkaian HUT ke-34 Desa Bogorejo dan Grebeg Suro

PESAWARAN – Pemerintah Desa Bogorejo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, menutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Desa Bogorejo, Grebeg Suro, dan Bersih Desa dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Balai Desa Bogorejo, Sabtu (27/6/2026) malam.

Pagelaran tersebut dibawakan oleh dalang Ki Gondo Suharno, S.Sn., dari Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan membawakan lakon “Sesaji Rojosuyo”. Ratusan warga dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi dan antusias menyaksikan pertunjukan hingga dini hari.

Kepala Desa Bogorejo, Hermansyah, didampingi Ketua TP PKK Desa Bogorejo, Ratnawati, S.E., mengatakan pagelaran wayang kulit menjadi puncak rangkaian kegiatan peringatan HUT Desa Bogorejo tahun ini.

“Pagelaran wayang kulit ini merupakan bagian dari peringatan Bersih Desa dan Hari Jadi Desa Bogorejo ke-34, sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah,” ujar Hermansyah.

Ia menjelaskan, pemilihan lakon “Sesaji Rojosuyo” mengandung pesan moral tentang kepemimpinan yang bijaksana, semangat gotong royong, serta rasa syukur atas hasil bumi yang telah diberikan.

“Ini merupakan wujud rasa syukur kami kepada Allah SWT atas limpahan rezeki selama setahun terakhir. Di sisi lain, kami juga ingin terus menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman serta menjadi sarana edukasi bagi generasi muda,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Ngateno, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan acara.

“Kami mohon maaf apabila masih ada kekurangan selama pelaksanaan kegiatan ini. Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Antusiasme masyarakat yang memenuhi Balai Desa hingga larut malam menjadi bukti bahwa kesenian tradisional wayang kulit masih mendapat tempat di hati masyarakat.

“Alhamdulillah, Balai Desa dipenuhi masyarakat, mulai dari para sesepuh, pemuda hingga anak-anak yang ikut menyaksikan pertunjukan sampai pagi. Ini benar-benar menjadi pesta rakyat yang mempererat kebersamaan warga,” tambahnya.

Sebelumnya, rangkaian HUT ke-34 Desa Bogorejo diawali dengan Kirab Budaya dan Sedekah Bumi melalui arak-arakan gunungan hasil panen yang diikuti masyarakat. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan pagelaran wayang kulit sebagai hiburan rakyat sekaligus upaya melestarikan budaya tradisional. (riz)

Share this content:

Post Comment