Rekaman Viral Ungkap Dugaan Calo SIM di Satpas Polres Metro Bekasi Kota, Tarif Tembus Rp700 Ribu
GLOBALMEDIAKENCANA | KOTA BEKASI- Sebuah rekaman percakapan berdurasi 7 menit 19 detik viral di media sosial dan mengungkap dugaan adanya jalur khusus serta pungutan tidak resmi dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Metro Bekasi Kota jajaran Polda Metro Jaya.
Dalam rekaman yang di unggah di akun tiktok @ujungpublik terlihat seseorang (calo) yang mengaku bisa membantu mengurus proses pembuatan SIM tanpa dipersulit, merinci tarif, alur, hingga besaran uang yang disebut disetor ke pihak oknum petugas di dalam Satpas.
Tarif Calo Disebut Capai Rp700 Ribu
Menurut pengakuan dalam rekaman tersebut, tarif bervariasi tergantung jenis SIM dan jumlah pemohon.
“Kalau kolektif Rp550.000 per orang, minimal 20 orang. Nanti setoran ke dalamnya Rp650.000. Kalau SIM A Rp700.000, setorannya sama Rp650.000. Kalau SIM C Rp670.000, setor Rp650.000 — saya cuma dapat Rp20.000,” ujarnya seperti dikutip dalam akun @ujungpublik yang diunggah pada, Minggu (28/6/2026).
Ia menyebut pembayaran dilakukan di luar area pelayanan karena kondisi “steril” hingga 1 Juli untuk persiapan Hari Bhayangkara.
“Sekarang memang agak mahal karena lagi steril sampai 1 Juli, persiapan HUT Bhayangkara. Makanya agak sepi, tidak seperti biasanya,” kata pria dalam video tersebut.
Mekanisme Tanpa Tes Disebutkan dalam Rekaman
Calo itu menjelaskan pemohon cukup menyerahkan KTP dan berkas, tanpa membayar lagi di dalam. Setiap kelompok disebut menggunakan “kode” yang dipahami petugas.
“Nanti di dalam serahkan berkas, tidak perlu bayar apa-apa lagi. Ada kodenya, sudah pada paham. Tunjukkan saja KTP, semua anggota kenal saya. Kalau sudah jadi, baru bayar ke saya,” ucapnya.
Prosesnya diklaim hanya mengikuti arahan petugas, tanpa menjalani tes kesehatan, tes psikologi, maupun ujian teori dan praktik sesuai prosedur. Sosok yang disebut sebagai penghubung di lokasi adalah “Bang Emen”.
Jauh di Atas Tarif Resmi PNBP
Sebagai pembanding, biaya resmi PNBP pembuatan SIM A dan SIM C masing-masing Rp120.000. Ditambah biaya tes kesehatan dan psikologi sekitar Rp100.000–Rp140.000, total biaya resmi tidak melebihi Rp260.000. Angka itu jauh di bawah tarif yang disebut dalam rekaman viral tersebut.
Sejumlah warganet ikut juga menyoroti video viral tersebut, seperti halnya dari akun @Abd Salam, “Namanya negara Konoha ruwet2 kalau urusan SIM,” tulis akun tersebut.
“Kalau jalur tes gak bakalan lolos…apalagi tes ujian teori tambah sulit bukan main… pokonya sulit,” tulis akun cupcake.
Wartawan mencoba mengkonfirmasi untuk coverbootside terkait kebenaran kepada Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Gefri Agitia terkait insiden dugaan yang mencoreng Institusi dibawah naungannya. Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi atau konfirmasi terkait kebenaran isi rekaman tersebut. (Yolan)
Share this content:



Post Comment