Tiga Perusahaan China Lirik Pengembangan Penangkaran Monyet Ekor Panjang di Indonesia

Tiga Perusahaan China Lirik Pengembangan Penangkaran Monyet Ekor Panjang di Indonesia

GLOBALMEDIAKENCANA |  – Sejumlah perusahaan asal China yang bergerak di bidang farmasi dan riset biomedis diketahui memiliki kepentingan terhadap ketersediaan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) sebagai hewan uji laboratorium. Tiga perusahaan yang disebut dalam sektor ini adalah WuXi AppTec, Pharmaron, dan JOINN Laboratories.

Monyet ekor panjang, yang juga dikenal sebagai kera pemakan kepiting, selama ini dimanfaatkan dalam berbagai penelitian biomedis, termasuk pengembangan obat dan vaksin. Di Indonesia, satwa tersebut juga kerap berkonflik dengan manusia karena memasuki kawasan permukiman dan lahan pertanian.

WuXi AppTec, melalui jaringan bisnisnya di bidang riset dan pengembangan, serta Pharmaron dan JOINN Laboratories merupakan perusahaan yang bergerak dalam layanan penelitian farmasi dan bioteknologi. Namun, informasi mengenai rencana investasi langsung ketiganya dalam penangkaran monyet ekor panjang di Indonesia masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Di sisi lain, kebutuhan monyet laboratorium di China menjadi perhatian seiring tingginya permintaan dari industri farmasi dan penelitian biomedis. Kebijakan perdagangan satwa liar yang diberlakukan sejak awal pandemi COVID-19 pada 2020 turut memengaruhi rantai pasok dan perdagangan primata untuk kebutuhan penelitian.

Kondisi tersebut memunculkan perhatian terhadap kemungkinan pengembangan fasilitas penangkaran di negara lain, termasuk Indonesia, guna mendukung kebutuhan riset dan industri farmasi.

Mesuji dan Subang Disebut Menjadi Lokasi Potensial

Di Indonesia, Mesuji, Lampung, dan Subang, Jawa Barat, disebut sebagai wilayah yang berpotensi menjadi lokasi pengembangan penangkaran monyet ekor panjang. Meski demikian, status rencana pembangunan, pihak investor, serta perizinan dan mekanisme kerja sama di kedua daerah tersebut perlu dipastikan melalui keterangan resmi dari instansi terkait.

Salah satu informasi yang menjadi perhatian adalah kerja sama JOINN Laboratories dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang disebut telah dituangkan dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait penelitian dan pemanfaatan monyet ekor panjang. Rincian isi kesepakatan, ruang lingkup penelitian, serta tindak lanjut kerja sama tersebut perlu dikonfirmasi kepada kedua pihak.

Populasi Monyet dan Konflik dengan Manusia

Di sejumlah daerah di Indonesia, keberadaan monyet ekor panjang dilaporkan menimbulkan konflik dengan masyarakat, terutama ketika satwa memasuki permukiman, merusak tanaman, atau mencari makanan di sekitar aktivitas manusia.

Namun, peningkatan populasi tidak dapat disimpulkan hanya karena tidak adanya predator alami. Kondisi habitat, ketersediaan pakan, perubahan penggunaan lahan, dan interaksi dengan manusia juga dapat memengaruhi populasi serta pola persebaran satwa tersebut.

Karena itu, rencana pemanfaatan monyet ekor panjang untuk kebutuhan penelitian maupun penangkaran perlu dikaji secara menyeluruh, dengan memperhatikan ketentuan konservasi, kesejahteraan satwa, perizinan, serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.

Kejelasan mengenai calon investor, tujuan penangkaran, jalur pemanfaatan, dan pengawasan pemerintah menjadi penting agar setiap rencana pengembangan tidak hanya mempertimbangkan kepentingan industri, tetapi juga memastikan pengelolaan satwa dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

(*/yol)

Share this content:

Post Comment

Nasional