Proyek Revitalisasi SMPN 3 Gunung Labuhan Senilai Rp1,7 Miliar Disorot, Pintu dan Kusen Retak Diduga Hanya Dicat

Proyek Revitalisasi SMPN 3 Gunung Labuhan Senilai Rp1,7 Miliar Disorot, Pintu dan Kusen Retak Diduga Hanya Dicat

GLOBALMEDIAKENCANA | WAY KANAN – Proyek revitalisasi UPT SMPN 3 Gunung Labuhan, Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, Lampung, senilai Rp1.726.846.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 menjadi sorotan. Pasalnya, ditemukan dugaan kerusakan pada bagian pintu dan kusen ruang kelas yang disebut hanya ditutupi cat.

Berdasarkan hasil penelusuran tim media di lokasi pada Selasa (13/10/2026), terlihat bagian pintu masuk ruang kelas mengalami retak dan pecah. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pengerjaan serta kesesuaian material yang digunakan dalam proyek revitalisasi tersebut.

Program revitalisasi satuan pendidikan bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah. Karena itu, pelaksanaan pekerjaan perlu mengacu pada spesifikasi teknis, petunjuk pelaksanaan, serta ketentuan yang berlaku.

Seorang warga di sekitar sekolah menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, bagian yang mengalami kerusakan seharusnya diperbaiki secara layak, bukan sekadar ditutupi dengan cat.

“Kalau memang sudah pecah, seharusnya diperbaiki atau diganti, bukan hanya dicat. Ini menggunakan uang negara untuk fasilitas pendidikan yang dipakai siswa,” ungkapnya.

Tim media juga berupaya meminta klarifikasi kepada Kepala UPT SMPN 3 Gunung Labuhan berinisial PIT terkait kondisi pintu dan kusen tersebut. Namun, hingga berita ini disusun, yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi. Belum diperoleh penjelasan mengenai penyebab kerusakan maupun langkah perbaikan yang akan dilakukan.

Kondisi di lapangan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan adanya pelanggaran Standar Nasional Indonesia (SNI). Untuk memastikan kesesuaian pekerjaan, diperlukan pemeriksaan terhadap spesifikasi teknis, dokumen pelaksanaan, serta kualitas hasil pekerjaan oleh pihak berwenang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah dan pelaksana proyek belum memberikan klarifikasi resmi. Tim GLOBALMEDIAKENCANA akan berupaya meminta keterangan lebih lanjut kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Way Kanan dan Inspektorat terkait untuk memperoleh penjelasan mengenai pelaksanaan serta pengawasan proyek tersebut.

(Salman)

Share this content:

Post Comment

Nasional