Diduga Diadu Berkelahi, Siswi SMPN 09 Kotabumi Alami Trauma, Keluarga Pertimbangkan Jalur Hukum

Diduga Diadu Berkelahi, Siswi SMPN 09 Kotabumi Alami Trauma, Keluarga Pertimbangkan Jalur Hukum

GLOBALMEDIAKENCANA | LAMPUNG UTARA — Dugaan perundungan terhadap dua siswi SMPN 09 Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, mencuat setelah keduanya terlibat perkelahian di lingkungan SDN 01 Desa Bojong, Jumat (18/9/2026).

Peristiwa tersebut diduga bermula dari informasi yang disampaikan sejumlah teman kepada masing-masing siswi hingga terjadi kesalahpahaman. Dua siswi berinisial ZH dan NF kemudian bertemu dan terlibat perkelahian.

Guru yang mengetahui kejadian tersebut, Nur Salam, S.Pd., membenarkan adanya peristiwa itu. Ia mengatakan pihak sekolah memperoleh informasi setelah jam pulang sekolah.

“Sekitar pukul 11.30 WIB kami mendapat informasi bahwa ZH dan NF terlibat perkelahian. Informasi yang kami terima, sebelumnya ada beberapa teman yang diduga mengadu keduanya,” kata Nur Salam saat dikonfirmasi tim Globalmediakencana.com.

Menurut keterangan yang disampaikan kepada tim Globalmediakencana.com, sejumlah siswa berinisial RG, CL dan LS disebut memiliki kaitan dengan munculnya informasi yang kemudian memicu pertemuan antara ZH dan NF.

Saat ditemui tim Globalmediakencana.com di kediamannya, ZH menceritakan bahwa dirinya diajak CL untuk menemui NF. Kepada ZH, CL disebut mengatakan bahwa NF menantangnya untuk berkelahi.

ZH kemudian mengikuti ajakan tersebut dan menuju SDN 01 Desa Bojong. Sesampainya di lokasi, terjadi perkelahian antara dirinya dengan NF.

“Saya diajak CL menemui NF. Katanya saya ditantang berkelahi. Saya juga diminta tidak memakai kerudung dan sepatu,” ujar ZH.

ZH mengaku mengalami benjolan pada bagian kepala setelah perkelahian tersebut. Ia juga mengaku mengalami trauma akibat kejadian yang dialaminya.

Di sisi lain, NF memberikan keterangan berbeda. NF disebut membantah pernah mengajak atau menantang ZH untuk berkelahi.

Menurut keterangan NF, sejak Kamis (17/9/2026), RG disebut menyampaikan kepada ZH bahwa NF mengajaknya berkelahi. Namun, NF menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyampaikan tantangan tersebut kepada ZH.

Persoalan semakin menjadi perhatian keluarga setelah muncul dugaan adanya perekaman dan penyebaran video perkelahian melalui media sosial, termasuk TikTok.

Keluarga ZH menyatakan keberatan dan mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum. Mereka juga meminta persoalan tersebut ditangani secara serius, termasuk dugaan pihak-pihak yang memicu perkelahian serta penyebaran rekaman kejadian.

Ibu ZH mengaku kecewa karena hingga saat ini belum ada permintaan maaf kepada dirinya maupun keluarga.

“Sampai sekarang belum ada yang meminta maaf kepada saya, keluarga, maupun adik saya. Saya sakit hati karena anak saya diadu untuk berkelahi,” ujarnya.

Keluarga berharap pihak sekolah maupun pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap kejadian tersebut, terutama untuk memastikan kondisi kedua siswi serta mencegah terulangnya kejadian serupa.

Hingga berita ini diterbitkan, penyelesaian antara pihak-pihak yang terlibat masih berproses. Keterangan mengenai dugaan keterlibatan masing-masing siswa juga masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada seluruh pihak terkait.

(Salman)

Share this content:

Post Comment

Nasional