TRANSPARANSI ANGGARAN DIPERTANYAKAN, REHAB SMPN 4 BANJIT WAY KANAN DINILAI ASAL-ASALAN
Banjit, Way Kanan – Pelaksanaan proyek perbaikan di SMP Negeri 4 Banjit, Kabupaten Way Kanan, Lampung, menuai sorotan tajam dari wali murid dan masyarakat sekitar. Pasalnya, proyek yang bersumber dari anggaran pemerintah tersebut tidak dilengkapi dengan papan informasi proyek atau papan reklame anggaran sebagaimana mestinya.
Pantauan di lokasi pada hari saptu ini, tidak ditemukan papan transparansi yang memuat besaran anggaran, sumber dana, volume pekerjaan, dan pelaksana kegiatan. Padahal papan informasi merupakan kewajiban dalam setiap proyek yang menggunakan uang negara sebagai bentuk transparansi publik.
“Tidak ada papan anggarannya. Kami tidak tahu ini dana DAK, DAU atau BOS. Berapa miliarnya juga tidak jelas. Tiba-tiba ada tukang kerja saja,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Tidak hanya soal transparansi, kualitas pengerjaan juga menjadi temuan di lapangan. Sejumlah pekerjaan dinilai tidak sesuai harapan. Pintu ruang kelas yang sudah rusak parah dan keropos tidak diganti dengan yang baru, melainkan hanya direhab dan dicat ulang.
Hal serupa terjadi pada dinding beton yang retak dan mengelupas. Warga menemukan dinding tersebut tidak diperbaiki secara konstruksi, melainkan hanya ditambal tipis dan dilakukan pengecatan ulang untuk menutupi kerusakan.
“Dinding beton yang retak harusnya dibongkar dan dicor ulang, ini cuma ditempel semen dan dicat. Pintu yang sudah lapuk harusnya diganti, bukan diperbaiki. Ini namanya perehaban, bukan perbaikan. Kami khawatir anggarannya tidak sesuai dengan hasil di lapangan,” tambahnya.
Masyarakat Desa setempat berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Way Kanan dan Inspektorat segera turun melakukan audit dan pemeriksaan fisik di SMPN 4 Banjit. Mereka meminta agar pihak sekolah terbuka soal anggaran dan pelaksana proyek bertanggung jawab penuh terhadap kualitas bangunan yang menyangkut keselamatan siswa.
Pewarta : Salman
Share this content:



Post Comment